Film sebagai budaya modern adalah bahasa yang bisa diterima oleh setiap kalangan. Bisa sedemikian persuasif memberi masukan, bahkan mengadakan perubahan cara pandang. Oleh karena itu sejak diketemukannya dipakai juga sebagai alat propaganda. Baik untuk kepentingan perang maupun menyemaikan perdamaian. Pro kontrapun terjadi saat film berlomba mencari popularitas. Kontruksi film yang digeluti seniman dan posisinya di dunia hiburan, akhirnya berimplikasi menjadi karya-karya yang begitu bebas. Sehingga banyak film-film yang seolah-olah melanggar etika, budaya dan agama. Kreatifitas manusia selalu menjadi pisau bermata dua. Yang jelas untuk hiburan orang bisa menghambur-hamburkan uang. Di dunia hiburan paling banyak uang beredar. Membuat Gadget Jadi Media Kreatif Menyoal tontonan, data wearesocial di bulan Januari 2017 mengungkap, orang Indonesia bisa berlama-lama menatap layar gadget, kurang lebih 9 jam sehari. Yang menarik minat baca orang Indonesia menurut Unesco malah sebalik...